Sabtu, 23 April 2011

Andai Tuhan muak dengan kita

Assalamualaikum wrt wbt,

Salam sejahtera buat semua yang membaca.

Semoga Allah SWT memberkati kalian.

Alhamdulillah, saya selesai menduduki ujian akhir dalam pengajian saya. InsyaAllah, hari Isnin ini adalah hari pengumuman nilai. Doakan saya dan sahabat-sahabat lulus ya!

Baiklah, saya ingin menyinggung sebuah cerita. Mungkin ada yang pernah mengalaminya mungkin tidak.

Waktu dekat dengan ujian, mungkin situasi seperti ramai kawan-kawan yang datang mencari diri kita. Pinjam nota, pinjam catatan atau mungkin minta diajarkan. Bagi saya, sejujurnya tidak timbul masalah. InsyaAllah, kerana ilmu itu milik mutlak Allah SWT, mungkin ada ilmu yang saya tahu, saya akan sampaikan.

Cuma ada hal yang dapat diambil menjadi ibrah.

Ada yang datang kepada kita saat dia susah. Saat dia perlukan kita. Saat dia merasa kita ini ada kepentingannya. Jika dia sedang dalam keadaan senang, tidak merasa memerlukan kita, pasti kelibat diri kita pun dianggap tidak ada.

Pasti berbeza rasanya apabila ada teman yang datang kepada kita berkongsi suka dan duka setiap saat. Ada dengan kita saat senang mahupun susah.

Perasaan dan keikhlasan itu berbeza kan? Terutama saat kita mahu menghulurkan bantuan.

Kita lebih senang dan mengutamakan bantuan kepada orang yang ada dengan kita setiap suka dan duka dari memberi bantuan kepada orang yang hanya datang apabila dia dalam kesusahan sahaja.

Alhamdulillah, sahabat-sahabat saya semuanya baik-baik belaka. Membantu saat suka dan duka.

Cuma situasi ini adalah curhat (curahan hati) dari seorang sahabat kepada saya.

Kalau sahabat yang datang hanya waktu susah, pasti saat dia datang lagi, kita sudah tahu tujuannya,

"Ini kalau tak nak minta tolong, mesti ada sesuatu yang dia nak. Tak pernah dia datang atau telefon ni tanpa sebab"

"Adalah tu yang dia nak"

Mungkin istilahnya muak atau jelak dengan sikap sahabat yang hanya mahu menang di sebelah pihak sahaja.
------------------------------------------------------------------------

Baik, mari kita alihkan sebentar fikiran kita dari orientasi "sahabat dan meminta bantuan" kepada realiti yang terjadi yaitu sikap kita terhadap Allah SWT. Tanggungjawab kita kepada Allah SWT.

Kalau saat susah, kita merayu sampai menangis-nangis. Kita merayu dengan setulus maunya niat hati kita.

Saat susah, kita solat tepat waktu, kita solat extra untuk mendapatkan tambahan amal agar Allah SWT memudahkan urusan kita.

Ya, benar di dalam Al-Quran:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (QS. 50:16)


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran" (QS. 2:186)


Subhanallah, Allah SWT memberikan kita solusi, pencerahan dan harapan. Dia Yang Maha Memiliki alam, sebenarnya tidak memerlukan kita untuk membuktikan kekuasaanNya tetap memberikan kita peluang.

Seolah-olah, satu tawaran berupa,

"Kalau kau susah, jangan runsing, jangan bingung, cari Aku. Aku ada dan akan sentiasa ada dekat dengan kau. Lebih dekat dari apa yang kau mampu bayangkan"

Namun begitu sahabat semua, jangan pula kita bersikap seperti anjing tersepit. Sudah dibantu, malah membuat murka kepada Tuhan. Maksiat kembali dilakukan.

"Solat tepat waktu, doa seikhlas mungkin hanya waktu ujian. Hanya waktu susah. Waktu senang lupa Tuhan. Toh, Tuhan pun tidak rugi apa-apa kalau aku gembira-gembira tidak ingat Tuhan"

Benar, Allah SWT tidak memerlukan kita untuk menguasai alam milikNya TAPI kita memerlukan Dia setiap saat.

Suatu hal yang kita terlupakan adalah bersyukur.

Bersyukur ini bukan sekadar ucapan,

"Alhamdulillah, aku bersyukur, Tuhan bagi aku apa yang aku mahu"


Tetapi lebih dari itu. Kenapa saat kita mahu, saat kita susah, kita minta seolah-olah itu adalah permintaan kita yang terakhir namun setelah diberikan apa yang diminta, jauh sekali perbezaan ibadahnya.

Rasa syukurnya disambut dengan gelak ketawa riang ria lupa dunia, pembaziran wang dan harta. Perilaku lupa Tuhan mula bermaharajalela. Na'udzhubillah.

Di dalam AQ tetap disinggung, tuntutan untuk kita bersyukur, dengan apa yang telah diberikan seperti di dalam ayat AQ di bawah:

"Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih"(QS. 14:7)

"........Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia" (QS. 27:40)

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah"(QS. 2:172)

Semoga coretan ini menjadi pengajaran buat diri dan semua.

Semoga coretan ini mejadi peringatan buat diri saya terutamanya agar kembali kepada Allah SWT saat susah dan senang kerana hati ini, diri ini, jasad ini adalah milik Tuhan.

Selasa, 5 April 2011

Exciting Obgyn!

Assalamualaikum wrt wbt

Salam sejahtera semua. Semoga Allah meredhai setiap dari kita. Ameen.

Sudah lama saya tidak update blog.

Saya sekarang di penghujung Bagian Obstetri dan Ginekologi. Ini bagian terakhir sebelum ujian akhir 18 April 2011. Mohon doa dari semua.

Sebelum saya berehat buat seketika untuk ujian, saya akan menghadiahkan sebuah cerita, di ambil dari pengalaman semasa praktikal di bagian ini. Subhanallah, saya terpikat sangat-sangat dengan bagian ini.

Tentang hasil saya membantu persalinan seorang ibu.

It's a priceless experience.

Seorang ibu datang, malam sekitar jam 10 malam.

Ini merupakan hamil ke 6. Dapat bayangkan betapa senangnya persalinan kalau seorang ibu pernah bersalin 5 kali sebelumnya? Ngeehehe.

Saya: Ibu, sila duduk di atas katil ini. Nama ibu siapa? Sebelumnya, kenalkan saya, Dr Muda Aimi. Saya bertugas malam ini.

Ibu: Ny. X. Udah keluar darah dokter.

Saya: Darah bercampur lendir atau darah banyak?

Ibu: Darah bercampur lendir.

Dalam fikiran saya sudah terbayang, ibu ini sudah dalam fase parturient. Fase melahirkan. Harus diperhatikan uterine contraction, cervical dilatation and effacement.

Saya langsung memakai sarung tangan sambil memberikan instruksi kepada keluarga untuk mendaftar terlebih dahulu. Pesakit sudah kelihatan gelisah mahu melahirkan. Saya melakukan pemeriksaan luar seperti Leopold, mengukur tinggi fundus uteri dan sebagainya. Saya sempat juga melakukan pemeriksaan dalam. Pemeriksaan dalam adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat bukaan jalan lahir sudah berapa sentimeter, kedudukan dan station kepala bayi. Saya harus memasukkan 2 jari tangan saya ke vagina dan cervix. Saya tahu pemeriksaan tersebut sakit. Tapi, macam mana lagi kan?

Saya: Hmm. Pembukaan jalan lahir baru 6 cm. Kalau ibu mahu makan, silakan. Mahu minum, silakan. Tapi tidak boleh jalan-jalan ya, saya takut ini sudah hamil ke 6, nanti ibu melahirkan di atas lantai lagi.

Ibu: Tapi dok, saya mahu pipis (buang air kecil).

Saya: Buang ari kecilnya di pee pot aja bu. Jangan ke kamar mandi. Kalau ibu melahirkan di kamar mandi macam mana? Siapa yang mahu sambut bayi ibu? Bahaya ibu.

Ibu: Baik dok.

Saya langsung menyiapkan segala peralatan untuk persalinan. Dari kain buat sambut bayi, alat-alat sehinggalah pakaian buat ibu setelah melahirkan.

Saya masih di depan katil ibu tadi. Duduk di depannya sambil membuat laporan dan catatan pesakit. Kurang lebih 1 jam, tiba-tiba saya lihat ibu sudah gelisah.

Saya mendekati ibu tadi, membuka kainnya dan melihat kepala bayi sudah di luar.

Saya: Ibu, kenapa ngga' dibilang-bilang???

Saya mencapai apron, pakai peralatan semua dan siap membantu memimpin persalinan pesakit. Perawat senior (nurse) sudah berdiri di sebelah saya. Tugas dia adalah men'supervisi' kerja dokter-dokter yang tidak berpengalaman seperti saya :P

Gawat! Tapi harus tenang. Saya segera menyambut kepala bayi, menariknya ke arah bawah dan tiba-tiba meraba tali pusat melilit leher bayi.

Cepat saya membongkar alat bersalin menggunakan sebelah tangan manakala sebelah tangan lagi masih memegang kepala bayi.

Secara manual, saya berusaha mengeluarkan lilitan pusat dari leher bayi tapi gagal. Saya nekad. Kepala bayi saat keluar berwarna kebiruan, lantas saya clamp (dikepit) dua bagian tali pusat dan digunting antara 2 tempat. Darah memancut. Tudung dan pakaian saya habis terkena darah bayi. Handphone pula tiba-tiba berbunyi. Namun, saya abaikan. Lillitan dilepaskan, bayi segera saya tarik keluar. Perawat hanya membantu instruksi. Melihat saya berkerja. Jika salah, baru ditegur, jika tidak, dibiarkan sahaja.

Setelah bayi lahir, langsung saya letakkan ke atas perut ibu. Segera dibersihkan mulut dan mukanya. Saat dibersihkan, bayi menangis kuat. Perasaan saya,

ALHAMDULILLAH. syukur.

It's a priceless feeling and experience to see a perfect baby safely delivered and a smile on mother's face.

Alhamdulillah. Sebanyak-banyaknya.

Bayi diserahkan kepada perawat bagian Perinatologi (Bagian Anak) manakala saya masih menguruskan ibu. Masih ada tugas yang belum selesai. Mengeluarkan plasenta.

Perdarahan merupakan penyebab kematian kedua setelah Hypertension in Pregnancy (Preeclampsia)

Segera menyuntikkan Oxytocin ke peha ibu, saya melepaskan tali pusat perlahan-lahan sambil melihat jam tangan. Memerhatikan waktu pelepasan plasenta. Tidak boleh lebih 15 menit. Batas waktu untuk menyuntikkan Oxytocin kedua.

Alhamdulillah, kurang 15 menit, plasenta keluar.

Wow! (ini ke plasenta?? kaget. Pertama kali tengok.) atau dalam bahasa melayunya ari-ari.

Alhamdulillah, settle semua, saya membersihkan diri.

Saya melihat handphone, "3 missed call"

Saya lihat 'history', "Mama"

Saya minta bantuan kawan untuk menggantikan tempat saya di Ward Bersalin.

Saya menelefon mama,

"Assalamualaikum ma. Kenapa? Sorry tak angkat tadi"

Mama, "Wa'alaikumussalam. Mama nak merajuklah. Penat mama call tadi. Tak de apa, saja nak berborak, mama boring"

Saya, "Ya Rabbi. Sabar je lah. Tadi kakak tengah deliver baby ma"

Mama,"Eh yeke? Kakak oncall ke? Oncall lagi?"

Begitulah selalunya perbualan saya dan mama sepanjang di Obgyn. Mama merajuk dengan saya sebab saya tidak mengangkat panggilan mama sedangkan ada waktunya, tugas tidak mengizinkan untuk saya berbuat demikian. Jadi takut mengenangkan kalau sudah kerja nanti. Panggilan dari ibu dan ayah yang tidak boleh dijawab kerana sedang bertugas atau panggilan suami (kot, kalau dah kahwin :P)

Pesan 1: Saya mahu jadi pakar di bidang Obstetry and Ginecology. Doakan!

Pesan 2: Mohon doa dari semua untuk mendoakan saya dan sahabat-sahabat lainnya. Kami akan menghadapi Ujian Akhir pada tanggal 18/4/2011 sehingga 22/4/2011.

Pesan 3: Bersalin itu sakit! Kalau tidak kerana tugas, mesti saya dah terkiput-kiput marasa ngilu. Ngee~ :D

Jumaat, 18 Mac 2011

Perkongsian: Adilkah Tuhan

Assalamualaikum wrt wbt,
Salam rindu dan sejahtera buat semua.
Semoga Allah SWT meredhai kalian.
Hari ini, ingin saya berkongsi cerita, sebuah analogi tentang Kuasa dan Keadilan Yang Maha Esa.

Ada seorang sahabat, datang bertanya saat kami lagi berkongsi ilmu di dalam majlis yang sangat sederhana, insyaAllah.

Gambar hiasan: Penimbang ini tidak adil. Belum menimbang apa-apa sudah menunjukkan hasil berat sebelah :P
Jika Tuhan itu Adil, kenapa masih ada orang yang susah di dalam dunia ini?
Alhamdulillah, saya menjawabnya dengan sebuah analogi.

Di dalam dunia ini, ada yang berambut panjang, berambut pendek, ada seperti punk, ada yang jambul sikit dan paling penting ada yang KEMAS dan ada yang TIDAK KEMAS. Macam-macam gaya sisiran rambut. Cuma, mari kita lontarkan 1 pertanyaan:

Salah
TUKANG POTONG RAMBUT KAH TIDAK MEMOTONG SE'PESEN' RAMBUT MEREKA?

Tentu saja TIDAK.


Ada yang datang kepada tukang gunting rambut secara rutin, sebulan sekali


Ada yang datang kepada tukang gunting rambut hanya jika rambut panjang

Ada yang datang kepada tukang gunting rambut hanya jika mereka Ujian (prasyarat Ujian: rambut harus kemas)

Ada yang tidak datang sama sekali kepada tukang gunting rambut.

Mungkin saja mereka yang susah itu tidak datang kepada Tuhan silakan baca seterusnya ini:

Apakah salah tukang gunting rambut jika tidak memotong rambut mereka yang tidak datang kepada tukang gunting rambut sehingga rambut mereka panjang & tidak terurus?

Sudah tentu tidak kan?
Begitulah Tuhan. Jika kamu tidak datang kepadaNya, bagaimana mungkin Dia mahu membantu kamu.

Seperti dalam Surah Al-Rad: 11, terjemahannya:

"......Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia"


dan di dalam sebuah Hadith Qudsi, sabda Rasulullah SAW,

“Jika kamu datang kepada-Ku secara berjalan, niscaya Aku datang kepadamu secara berlari. Jika kamu datang kepadaKu selangkah, Aku akan datang menghampirimu seribu langkah.”


Namun begitu, mungkin saja orang yang susah datang kepada Allah SWT, tetapi tetap saja susah, adakah Allah SWT itu adil? Teruskan membaca di bawah ini:

Tuhan itu Adil.

Tuhan itu memberi jika kita meminta dan ada sesetengah keperluan kita, tidak diminta dan disyukuri pun, tetap diberikan. Contohnya nikmat udara dan air.


Menyentuh tentang Adil.

Adil itu bukan saksama kepada semua. Bukan se'superficial' itu maksudnya. Lebih dalam lagi, Adil itu meletakkan sesuatu pada tempatnya.


Misalnya, seorang bapa membelikan Baju Melayu buat anak lelakinya. Disebabkan mahu bersikap adil, dia pun membelikan Baju Melayu buat anak perempuannya.

Adil kan?
Siapa jawab adil, sini saya sekeh kepala.
Apa pula adil namanya itu?
Itu senget ok!

Adil jika seorang bapa memberikan Baju Kurung untuk anak perempuannya.
Memberikan sesuai dengan anaknya. Begitulah Allah SWT.

Pada orang miskin, mereka diberikan hak mereka. Mereka diberikan nikmat yang sesuai buat mereka. Begitu juga tanggunggjawab yang dibebani oleh mereka.

Bagi orang kaya pula, mereka diberikan hak mereka. Mereka diberikan nikmat yang sesuai buat mereka.
Jangan kita mengukur nilai KEADILAN semata-mata dari aspek material. Ada sesuatu atau hak yang dimiliki oleh 2 golongan ini yang adil ditempatkan kepada mereka di mana kita tidak mampu melihatnya.

Wallahualam.


Pesan 1: Bersabarlah kerana dengan bersabar, Allah SWT memberikan ganjaran syurga.

Pesan 2: Berjuanglah kerana dengan berjuang, Allah SWT memberikan ganjaran syurga.

Pesan 3: Bersabar dan berjuanglah dengan IKHLAS, Allah SWT memberikan ganjaran syurga.

Sabtu, 12 Februari 2011

Kamu tiru saya!

Assalamualaikum wrt wbt,

Salam sejahtera buat semua yang membaca,
Sekarang saya mahu cerita.

Cerita tentang 2 orang budak kecil, Ali dan Ahmad.


Gambar hiasan
Ikan belang-belang: Meh ikut saya. InsyaAllah saya bawa kepada jalan kebenaran sesuai sunnah Rasulullah SAW
Ikan lain: Ok!




Ali dan Ahmad berjalan pulang dari rumah Tok Imam.

Mereka dalam perjalanan menuju ke rumah Tok Imam untuk mengaji Mukaddam. Menjadi rutinitas, setiap malam, mereka berjanjian tunggu di simpang rumah Ahmad, usai azan Maghrib.

Sambil mereka berjalan berdua, Ali yang selesai makan dan kemudian menyimpan plastik sampah ke dalam beg. Dia tidak mahu membuang sampah merata-rata.
Ahmad menirunya.

Sampai di rumah Tok Imam, Ali membuang sampah tadi ke dalam tong sampah.
Ahmad menirunya lagi.


Ali merasa kurang selesa dengan sikap Ahmad yang suka meniru apa saja yang dilakukannya. Dia pun menegur Ahmad.

Ali "Ahmad, kenapa suka tiru apa yang kita buat?"

Ahmad "Sebab apa yang Ali buat benda baik"

Ali "Tapi buatlah sesuatu yang lain kalaupun mahukan sesuatu kebaikan. Jangan asyik ikut atau tiru kita"

Ahmad "Macam Rasulullah SAW, baginda punya akhlaq yang baik tapi sekalipun orang meniru perbuatan baik Baginda, baginda tak cakap pun, 'kenapa tiru kita, kita tak suka lah? Macam dalam hadith Muslim yang pernah Tok Imam ajarkan kepada kita"

Ali "Afwan Ahmad. Saya menyesal. Saya lupa, Tok Imam cakap apa tentang hadith membuat kebaikan?"

Dari Abu Hurairah ra berkata, Nabi saw bersabda:
“Barangsiapa yang membebaskan seorang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari kiamat.
Barangsiapa yang memberi kemudahan kepada seseorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat.
Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya tersebut menolong saudaranya.
Barangsiapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah (masjid), membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, niscaya turun kepada mereka ketenteraman, rahmat meliputi mereka, para Malaikat berkerumun disekelilingnya dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.
Barangsiapa amalnya selalu terlambat (kurang), maka nasab-nya tidak akan dapat menyempurnakannya”. (HR. Muslim)


Ahmad "Jadi Ali, untuk pandangan lebih luas lagi, kamu telah mengajarkan saya tentang akhlaq Rasulullah SAW. Kamu menjadi teladan yang baik sepertimana yang diserukan Rasulullah SAW. Kamu telah menyelamatkan saya dari membuang sampah merata-rata, iaitu sebuah kemungkaran. Bukankah kamu telah menolong saudaramu?"

--------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah sedikit cerita kalau dilihat sekarang, masih ada manusia dewasa yang bersikap seperti keanak-anakan.
"Dia tiru saya itu!"
"Intipati dakwah yang dia nak sampaikan pada kita itu, saya dah sampaikan dulu"

"Eiy~Pakai tagline ayat saya untuk nasihat orang!"

"Pakai catatan saya, sebab itu awak boleh lulus. Kalau tidak, ramai yang gagal"

Bukan sesuatu yang membanggakan diri kita ke kalau kita menjadi contoh yang baik kepada orang lain?

Membanggakan kerana bukan kita menjadi ikutan tetapi bangga kerana kita menjadi teladan sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Seperti mana kisah Rasulullah SAW mengunjungi Putri Khabab bin Arut saat Khabab pergi berperang. Rasulullah SAW sempat memerahkan susu sehingga semangkuk besar penuh. Kemudian, setelah Khabab kembali, beliau mencontohi teladan Nabi SAW, lalu memerahnya sehingga hasil perahan kembali seperti semula.

Semoga dengan kita memberi kebaikan kepada manusia lain, Allah SWT memberikan berlipat ganda kebaikan kepada kita. Ameen

Wallahualam.

Andai dia bersama.

Assalamualaikum, salam hormat, salam sayang semua.

Alhamdulillah, hari ini selesai banyak hal. Tercapai beberapa target.


Malamnya, usai solat Maghrib dan ibadah lainnya, saya menghadap laptop. Saya buka 'You Tube'. Selalunya, saya akan cari video ceramah, lagu-lagu Palestin, lagu-lagu pembakar semangat.

Cuma malam ini, saya terdiam. Saya mahu cari lain dari lain.


Saya teringat video "Lau kana bainana" yang bermaksud "Jika Rasulullah SAW bersama kita sekarang" yang pernah ditayangkan tahun lalu. Saya search. Saya menangis semahu-mahunya.


Gambar hiasan

Ya Rasulullah SAW, andai dirimu ada di sini sekarang,

Mahukah kau melihat diriku, umatmu?

Aku mengaku umatmu, tapi ibadahku tidak seikhlas dirimu
Aku mengaku umatmu, tapi akhlaqku tidak seindah sunnahmu

Aku mengaku umatmu, tapi perjuanganku tidak sekuat semangatmu

Ya Rasulullah SAW, sesungguhnya aku rindu padamu

Aku rindu kedamaian yang kau bawakan sehingga umat tenang dalam pemerintahanmu

Aku rindu keindahan akhlaqmu sehingga umat merasa engkaulah pemimpin terbaik.
Aku rindu segala-galanya tentang dirimu Ya Rasulullah.

Ya Allah, Kau pertemukanlah aku dengan kekasihMu
Kau terimalah ibadahku sebagaimana Engkau menerima ibadah kekasihMu

Kau ampunilah dosaku sebagaimana Engkau mengampuni dosa Rasulullah SAW

Kau kuatkan semangatku sepertimana Engkau menguatkan semangatnya Rasulullah dalam perjuangan dakwah.

Ameen

Rabu, 9 Februari 2011

Whenever this verse is recited

Assalamualaikum my dear friends and family,

Al-Quran: Al-Baqarah [2:286]

Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity. It will have [the consequence of] what [good] it has gained, and it will bear [the consequence of] what [evil] it has earned. Our Lord, do not impose blame upon us if we have forgotten or erred. Our Lord, and lay not upon us a burden like that which You laid upon those before us. Our Lord, and burden us not with that which we have no ability to bear. And pardon us; and forgive us; and have mercy upon us. You are our protector, so give us victory over the disbelieving people."

Whenever, this verse of Al-Quran is recited...
Subhanallah, my heart ponder
I had tears in my eyes!




Sometimes, it is so hard to persevere when you feel you have no one by your side. You feel no one to turn to or support you.

Do remember this, we have Allah by our side! Always!


Selasa, 1 Februari 2011

Kotak masalah dan kotak fikiran

Assalamualaikum wrt wbt,

Alhamdulillah, bagi mahasiswa clinical years FK UNPAD (koas), sekarang adalah minggu cuti. Selama seminggu.

Alhamdulillah, selama seminggu terakhir di Public Health Department, saya dan teman-teman hanya tidur kurang 3 jam sehari. Menyiapkan laporan akhir, slide presentation, mencari dan mengemaskini data. Alhamdulillah, takdir Ilahi, seramai 33 orang mahasiswa rotasi 3/1/2011 - 29/1/2011 lulus semuanya. Syukur.
Hari ini, saya ingin menceritakan tentang 'Kotak-kotak fikiran'

Nak baca tidak? Mesti nak kan? Hidup harus positive thinking. Harus!


Saya ada lagi analogi yang boleh diaplikasikan dalam kehidupan kita. Saya memang jenis orang yang suka melihat, mendengar lalu memproses input-input tadi menjadi hikmah yang boleh dijadikan pengajaran dalam kehidupan.

Sewaktu cuti selama 5 minggu, Disember yang lalu, saya dan mama mengemas rumah umumnya dan mengemas bilik khususnya. Kasihan untuk mama mengemas sendiri dan sebelum pulang bercuti, mama sudah berpesan,


"Kakak, nanti kakak balik, teman mama kemas rumah ye"
Saya sangatlah suka dapat membantu mama.

Kami mengemas rumah besar-besaran kerana kami sekeluarga akan pindah ke Serawak hujung bulan Februari 2011.
Apabila ditanya sedih atau tidak, mestilah sedih. Ramai saudara-mara, kawan-kawan yang terpaksa berpisah kerana tuntutan tugas Babah yang menjadi Chief Officers atau dalam bahasa mudahnya Pengarah Rejimen Jurutera.

Saya tolong mama sampai demam-demam, 2 minggu lamanya. Saya ini kalau penat sangat, mesti demam.

Sampai mama kata,
"Kesian mama tengok kakak ini. Tak boleh nak dipaksa diri. Dipaksa diri mesti demam, tak demam diarrhea"

Saya hanya sedar hal ini, setelah mama mengucapkan kata-kata tersebut.
*Sigh*

Baiklah, kita masuk ke inti cerita.
Saya mengemas bilik adik saya. Semua barang-barang yang saya rasa tidak perlu digunakan, saya masuk ke dalam kotak untuk dibuang. Mana saya rasa masih boleh digunakan saya simpan dalam kotak yang diberi tanda untuk disimpan di dalam stor. Mama masuk ke dalam bilik adik saya lalu bertanya,

"Kak, mana barang adik-adik?"

Saya,"Ada yang kakak simpan, ada yang kakak buang"

Mama,"Sini, biar mama buat inspection dulu. Kalau tidak, kakak akan buang semua barang. Hati kering betul budak ini"

Saat itu, mama berkata lagi,
"Mama tahu kenapa kakak boleh
go on dengan life tidak kira dugaan diluar sana susah atau tidak. Kakak boleh terima apa-apapun fitnah dari orang jika kakak ada stand sendiri."

Saya melihat mama dengan pandangan aneh. "Kenapa pula?" bisik hatiku.

"Cuba tengok ini, dalam ruang yang sempit ini, kakak mengemas hingga terlihat sangat luas. Kakak simpan barang-barang yang mana kakak rasa SANGAT BERGUNA/DIPERLUKAN dan kakak tidak ragu-ragu untuk buang barang tersebut jika kakak merasa ianya TIDAK BERGUNA"

"Jadi ma? Kaitannya?"
Saya masih merasa bingung sambil mengesat peluh yang membasahi muka.


---------------------------------------------------------------------------------

Gambar hiasan

Alhamdulillah, saya dapat tangkap maksud mama. Mari, saya sampaikan aplikasinya dalam bentuk penulisan yang ringkas. Di dalam sebuah ruang, saya menyimpan kotak fikiran tentang,
  1. Terasa hati dengan si A, jadi biarlah disimpan terus di dalam hati dan fikiran sendiri.
  2. Saya merasa sedih kerana belum bertemu jodoh saya.
  3. Tugasan dari Dr A harus di submit hujung minggu, tugasan dr B harus dihantar esok.
  4. Tahun ini tahun akhir kuliah saya, harus ada rencana kerja, pengurusan kewangan, tempat kerja mana yang harus dipilih.
  5. Bagaimana caranya saya memantapkan ibadah diri, mencantikkan akhlaq, memperindah bicara, meningkatkan kualitas akademik.

Tindakan pertama adalah senaraikan semua masalah-masalah yang bermain dalam fikiran kita. Baik seremeh-remehnya sehingga sebesar-besarnya impak masalah tersebut kepada diri kita.

Mungkin secara ringkas, ini adalah perkara yang bermain di dalam kotak fikiran. Terlalu banyak sehingga kita harus memilih-milih yang mana saja harus dimasukkan ke ruang kepala kita agar kita tidak pening menguruskannya dan tindakan yang kita ambil tepat mengenai sasaran.

Setelah senaraikan semua masalah, untuk memilih, kita harus tahu, mana yang PENTING atau tidak. Menentukannya dapat ditentukan berdasarkan seberapa penting aspek tersebut dalam kehidupan kita SEKARANG atau istilahnya MAGNITUDE.

Dari kesemua kotak masalah di atas, ada 3 yang utama manakala 2 lagi kurang penting. Mari ktia lihat 2 yang kurang penting itu apa,
Ini adalah 2 masalah atau ujian yang kurang penting tapi saat kita sudah memberikan usaha yang terbaik, campaklah jauh-jauh kotak masalah ini. Kita telah melakukan tugas kita.

Kenapa saya tulis sebagai masalah kurang penting?
Alasannya mudah, kerana 2 masalah ini, tidak menyebabkan fatal diri baik dunia mahupun akhirat. Prioritas kita bukan pada 2 hal ini. Namun, ia nya ada pengecualian setelah kita melakukan usaha.
Contoh:
  1. Terasa hati dengan si A, jadi biarlah disimpan terus di dalam hati dan fikiran sendiri.
Apa tindakan anda?

Menjernihkan keadaan.


Tapi jika si A masih dengan sikap yang menjengkelkan, apakah kita harus menyimpan terus kotak masalah ini di dalam kepala? Jawapannya TIDAK. Jadi, buang sejauh-jauhnya kotak masalah ini dari fikiran anda. Jangan pernah tambahkan ia ke dalam fikiran anda kerana mahu atau tidak, saat ia menyesakkan minda, syaitan sangat suka merasuk fikiran kita untuk memikirkan hal yang bukan-bukan tentang si A tadi. Contoh: 2. Saya merasa sedih kerana belum bertemu jodoh saya.

Apa tindakan anda?


Sudah berdoa, sudah meningkatkan ibadah, sudah berusaha dengan pelbagai medium. Sekarang nah, campak jauh-jauh masalah ini. Lagi kita fikirkan ia, lagi serabut kepala sedangkan ada 3 masalah utama tadi yang perlu diberikan prioritas.


Bagi 3 kotak masalah berikutnya, saya meletakkan kotak UTAMA kerana jika kita membiarkan salah satu dari kotak masalah tersebut, maka kita akan dibuang dari kuliah, mengecewakan orangtua, merugikan wang rakyat, mengambil hak orang yang lebih layak duduk di kerusi kuliah dan paling penting, kita tidak menjaga amanah yang diberikan Allah SWT.


Apabila kita telah membuat senarai pendek masalah, kelihatan tidak, kotak-kotak tadi telah berkurang dari 5 kepada 3 kotak. Apabila berkurang jumlah kotak, kita secara tidak langsung memberikan ruang buat fikiran kita untuk sedikit lega.

---------------------------------------------------------------------------------

Pernah dengar ada yang mengatakan,

"Aku banyak masalah peribadi. Aku mahu quit dari persatuan kerana masalah aku sendiri banyak, macam mana aku mahu menguruskan masalah orang?"

Ada salahnya dalam kalimat yang diungkapkan ini.

Golongan ini tidak membuat senarai pendek masalah peribadi sehingga dalam kotak fikiran mereka, kuota masalah tertumpu hanya buat masalah peribadi. Walhal masalah lainnya diletak luar kepala. Padahal mungkin saja, masalah yang diletak luar kepala itu jauh lebih penting dari masalah peribadi yang berkelanjutan kerana tiada solusi pernah dicuba.

Kadangkala ramai yang mencampur-adukkan realiti magnitude masalah dengan emosi. Kaum Hawa terutamanya, menganggap masalah jodoh mempunyai dampak fatal yang sangat besar buat diri sedangkan jika ditinjau dari sisi lain, emosi mereka yang menyatakan betapa penting hal tersebut dan bukannya rasional fikiran.

Kenapa saya menitikberatkan hal ini?
Kerana dari sekian banyak masalah, jika kita dapat mengatur diri, secara tidak langsung kita menganggu kestabilan emosi dan rasional fikiran kerana diawali SEMPITNYA RUANG FIKIRAN.

Mulai berubah sekarang!

Wallahualam. Perkongsian ringkas dari saya buat manfaat diri dan semua yang membaca.


Pesan 1: Melalui istighfar, insyaAllah kita akan mendapatkan ketenangan dalam kehidupan.
“Sesiapa yang selalu beristighfar, nescaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan dan memberinya rezeki tanpa diduga olehnya.” (HR Abu Daud)